Cara Beli Hosting D Hawkhost

Featured

Dear all,  mungkin jika anda sedang butuh sebuah hosting buat bisnis internet anda, ada beberapa hosting luar yang bagus buat bisnis anda, cuman ya… seperti umum nya hosting yang bagus, pastinya juga dengan harga yang lumayan juga.  Hosting bisa di pilih dari beberapa keunggulan yang di tawarkan, misal nya besaran Disk Space, Harga, fitur yang familiar, dan admin support yang profesional.  Buat saya pribadi sih, saya pilih hawkhost.  dan sepertinya ada beberapa temen saya juga yang ikutan, so saya coba bikin panduan ini biar ga ada yang salah pilih paket.

 

Saya pilih Hawkhost selain karena salah satu alasan di atas, mereka juga ngasih diskon untuk pembelian pertama sebesar 50%, jadi mending kalo mau beli hosting di sini, jangan salah pilih paket dan cycle…. Buat lebih jelas nya yuk kita mulai langkah2 nya dari awal.

 

Pertama anda bisa klik banner hawkhost yang ada di bawah sini :


And then, anda akan di bawa ke situs resminya hawkhost. Dari sini anda bisa klik   ‘Compare‘   di kolom   ‘Web Hosting Plans

 

 

Inget ya, Hawkhost hanya sekali ngasih diskon 50% di pembayaran pertama aja, jadi … mending kamu pilih paket yang standard dengan billing cycle setahun.  caranya, klik aja Order Now  di baris paket  ’Standard‘ nya.

sekarang saya jelasin dikit tentang pilihan di halaman ini Step 2 ini

Nah, Pertama, kalo kamu belum punya sebuah domain buat di daftarin kamu pilih yang :

  I will update my nameservers on an existing domain Or I will register a new domain.

dan kemudian masukin nama domain baru yang kamu pengen register di Hawkhost and klik ‘Click To Continue‘ nya.

Kedua;  kalo kamu dah punya nama domain nya,.. kamu juga pilih yang

I will update my nameservers on an existing domain Or I will register a new domain.

hanya saja kamu gak perlu daftarin nama domain baru, masukin aja nama domain punya kamu  and klik  ’Click To Continue‘ nya.

Paham ya..??

Jika kamu pilih yang pilihan pertama, kamu akan di minta memilih nama domain yang available dan lama register yang kamu pengen daftarkan. kalo dah di check list ‘Available! Order Now’ nya. dan terus klik  ’Click To Continue‘ nya.

 

Tapi kalo kamu pilih pilihan yang kedua, atau kamu sudah masukin nama domain kamu yang sudah available, atau juga kamu tidak registrasi nama domain baru, kamu bisa langsung klik aja ’Click To Continue‘ nya.

Step 3  Product Configuration

Nah, sekali lagi karena diskon nya cuman sekali mending kamu pilih ‘Billing Cycle‘ yang 12 Month Price.  Dan buat Location: Kamu bisa pilih server yang paling deket dengan kamu, misal di singapore, atau kamu juga bisa pilih aja first available.

Klik add to cart

Step 4  Order Summary

Ini yang paling penting D I S K O N … he he he ..

di kolom Promotional Code: copy code ini ya  whts50v2 

klik Validate code dan kemudian  check out.  Lumayan ya dapet diskon nya 50%

Step 5 Checkout

isi data semua, jangan lupa checklist ‘I have read and agree to the Terms of Service‘ dan klik ‘Complete Order

 

Last Step Payment

Kamu akan lihat ada invoice buat kamu dan di pojok kanan atas ada sistem pembayaran yang bisa kamu pilih, kalo kamu bayar pake paypal, silahkan klik Paypal checkout nya, atau kalo kamu belum punya paypal, klik Paypal subscribe nya.  Buat bayar pake kartu kredit, tinggal ganti aja sistem bayarnya paypal nya dengan credit card.

 

Selanjutnya kamu tinggal tunggu email dari Hawkhost yang subject nya

New Account Information

di situ kamu bisa nemuin data hosting kamu, mulai dari alamat cpanel, username dan password buat log in dan name server kamu.

Selanjutnya kamu pasti dah tau mesti ngapain kan..

kalo kamu butuh cara buat pindahin blog kamu dari hosting yang lama ke hosting yang baru, kamu bisa klik cari disini :

Tutorial Pindahan Hosting Blog WordPress

 

OK guys Good Luck with your online business

Tutorial Pindahan Hosting Blog WordPress

Featured

Banyak yang nanyain cara pindahan hosting jadi aku bikin di sini aja ya.. Buat yang belum punya hosting nya bisa beli Hosting Hawkhost di sini  atau klik banner di bawah  ( he he numbang nyumbang affiliate dikit gan..) pake kupon kode whts50v2   biar dapet diskon dan kalo dah expired kamu bisa googling kupon kode nya.

 

 

 

 

Ok lets start….

 

 

STEP 1   Di hosting yang lama klik file manager ==> pilih domain yang mau di pindah kan ==> checklist show hidden content  ==> klik go

Maka kita akan di bawa ke halaman baru  ( halaman public_html/namadomain.com ), halaman domain yang mau di pindahkan. Ok, sekarang klik select all ==> klik compress  dan tambahin nama file zip nya biar gampang di ingat.

misal seperti ini            :   /public_html/namadomain.com/wp-admin.zip   

di rubah dikit                :  /public_html/namadomain.com/wp-adminnamadomian.zip

(btw nama domain nya di singkat aja )

ok next step klik compress

setelah selesai di compress maka kamu bisa lihat bahwa sekarang ada file zip baru di situ namanya wp-adminnamadomain.zip,  next di highlight file nya dan klik download.

Nah kamu dah punya satu file untuk di pindah kan. Sekarang kita download file ke dua

Dari home cpanel klik backup wizard  ==> klik backup ==> klik mySQL database  ==> nah, sekarang tinggal klik file domain yang bersangkutan, tapi pastinya kamu bingung mana file domain nya. Buat cari tau mana file domain yang di cari kita harus balik lagi ke ( halaman public_html/namadomain.com ) ,next highlight wp-config.php dan klik view , maka kamu ada di halaman baru lagi

 

Nah seperti gambar diatas, berarti file domain kamu yang ada di my SQL database adalah wrdp00, jadi sekarang kamu klik file wrdp domain kamu yang ada di my SQL database, dan nanti langsung akan di sedooooottttt.  :)

Nah inilah file ke dua yang kamu butuhkan untuk di pindah ke hosting baru.

 

STEP 2   Yuk maree pindahin domain nya.

Pindahin name server mu dulu ke name server yang baru

Log in ke cpanel mu yang baru,  seperti biasa add on domain dulu di cpanel yang baru.. beres..??   seeeppppssss

Sekarang  klik file manager  ==> pilih domain yang baru di add on  ==> checklist show hidden content  ==> klik go

Sekarang kamu klik upload dan upload file pertama kamu wp-adminnamadomian.zip dan setelah itu klik Extract ==> klik Reload sekarang highlight lagi wp-config.php  ==> klik Edit  ==> klik Edit lagi ==> dan sekarang ada 3 hal penting yang kamu bisa rubah

Sekarang kamu balik ke cpanel home klik MySQL database ==> dan lihat dua layar ini ya

 

Sekarang kamu harus mencocokkan lingkaran hitam dulu, yuk rubah yang di wp-config.php, kamu samakan dengan yang di MySQL database,  next step kotak orange di wp-config.php wrdp nya kamu ganti dengan singkatan nama domain mu ( gak boleh lebih dr 6 karakter ya ), dan kotak merah di MySQL database di sesuaikan dengan kotak orange nya .  Paham kan…..:P  OK sekarang klik Create Database

Kamu bisa lewat Modify database dan Curent database

Di kolom Add new user

Seperti tadi ya lingkaran hitam, kotak merah dan tanda panah kuning di samakan dengan tanda panah kuning yang di  wp-config.php

Dan terakhir kolom Add user to database kamu tinggal pilih user yang barusan kamu create dan klik Add  ==> Checklist ALL PREVILEGES ==> klik Make Changes

Ok, dah hampir beres nih

STEP 3   klik php MyAdmin ==> di kolom sebelah kiri cari user yang barusan kamu tambahin, dan jangan liat doang di klik juga ya  ==> klik Import ==> klik browse ==> Silahkan upload file zip yang ke dua ==> klik go

 

Beres deh …sekarang blog kamu sudah bisa dibuka seperti sedia kala,  selamat mencoba ya

Misteri Time Traveller di Piala Dunia chile Tahun 1962

Setelah Foto time traveler di koleksi musem dan sebelum time traveler di film Chaplin, ada satu foto time traveler lain yang cukup ramai dibicarakan, yaitu foto yang diambil di piala dunia Chile tahun 1962. Mari kita lihat bersama.

Sebenarnya tulisan ini sangat basi karena misteri foto itu sebenarnya sudah dijawab sejak lama oleh banyak pihak. Namun karena saya masih menerima banyak email dan pertanyaan mengenai foto ini, maka saya memutuskan untuk menulisnya sebagai informasi tambahan bagi para pembaca. Tulisan ini ditujukan untuk kalian yang menanyakan persoalan ini kepada saya.

Nah, mari kita mulai.

Time traveler di piala dunia 1962?
Pertama, mari kita lihat foto yang menjadi kontroversi itu.

1962.brazil

Di bagian bawah foto, kita bisa melihat satu tangan sedang memegang sebuah peralatan/gadget yang terlihat seperti sebuah ponsel flip. Posisi dan cara memegangnya mengingatkan kita pada cara kita memotret dengan menggunakan sebuah ponsel.

Pada tahun 1962, ponsel belum ada. Karena itu disimpulkan kalau foto ini menunjukkan seorang time traveler yang entah kenapa pada hari itu memutuskan untuk me final piala dunia dan tanpa sengaja tertangkap oleh kamera.

Mari kita asumsikan kalau orang yang memegang gadget tersebut adalah seorang pria. Jadi, sekarang pertanyaannya adalah: benarkah pria di dalam foto itu seorang time traveler?

Menurut saya tidak.

Saya akan memberikan alasannya.

Kesimpulan mengenai time traveler yang tertangkap kamera selalu didasarkan pada “kejanggalan” yang terlihat pada sebuah foto atau rekaman. Untuk gampangnya, mari kita menyebut kejanggalan tersebut dengan sebutan “Out of Place Activity” dan “Out of Place Tools”, aktifitas atau peralatan yang tidak seharusnya ada pada waktu itu.

Dalam kasus ini, kejanggalan tersebut adalah sebuah gadget yang terlihat seperti ponsel flip dan posisi tangan yang terlihat seperti sedang menggunakannya untuk memotret.

Nah, disinilah masalahnya.

Kita bisa menarik kesimpulan yang keliru jika kita tidak memahami dengan baik teknologi dan budaya pada masa itu (dalam hal ini tahun 1962).

Contoh, dalam kasus foto time traveler yang tertangkap kamera pada tahun 1940an yang pernah saya posting sebelumnya, kesimpulan yang salah bisa diambil karena ketidaktahuan mengenai trend berpakaian saat itu. Kalian bisa melihat kembali postingan itu disini.

Dalam kasus time traveler piala dunia ini, kesimpulan yang keliru bisa muncul karena ketidaktahuan mengenai teknologi kamera pada masa itu.

Jika kita tidak memahami dengan baik perkembangan teknologi tahun 1962, bukankah menyebut gadget itu sebagai ponsel merupakan sebuah kesimpulan yang terburu-buru?

Lagipula, jika gadget itu sebuah ponsel, bisakah kita mengenali merek ponsel itu dan jenisnya?

Saya rasa kita tidak akan bisa.

Kesimpulan kalau gadget itu adalah sebuah ponsel muncul hanya karena kemiripan bentuk dengan sebuah ponsel flip dan cara memegangnya.

Karena itu, untuk membantah anggapan kalau gadget itu adalah sebuah ponsel, kita hanya perlu menemukan sebuah gadget lain yang cukup umum pada tahun itu dan yang memiliki bentuk serta cara penggunaan persis seperti yang terlihat di foto itu.

Jika kita berhasil menemukannya, maka asumsi ponsel, yang berarti juga asumsi adanya time traveler di foto tersebut, akan runtuh dengan sendirinya.

Sekarang mari kita mulai meneliti gadget yang sedang dipegangnya.

Light Meter
Ada yang beranggapan kalau gadget itu adalah sebuah light meter (aksesoris kamera untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk) seperti yang terlihat di bawah ini:

3958498116_e34e4fff1a

Memang mirip, namun asumsi ini tidak tepat karena light meter seperti yang terlihat di foto atas adalah light meter produksi masa kini (tahun 2000an). Pada tahun 1962, light meter yang digunakan adalah light meter analog seperti yang terlihat di bawah ini:

lightmeter 1962

Jadi, asumsi tersebut kurang akurat.

Kalau bukan light meter, apakah ada kemungkinan lain?

Kamera Lensa Kembar
Beberapa pembaca yang menanyakan soal foto ini di kotak komentar blog enigma sebenarnya telah mendapatkan jawaban dari pembaca lain yang juga ikut memberikan komentar.

Jawaban yang diberikan adalah, gadget itu bukan sebuah ponsel, melainkan sebuah kamera Rolleiflex.

Jawaban ini cukup akurat dan saya sepakat dengan jawaban ini. Saya akan berikan alasannya.

Sebelum saya menulis ini, saya telah menunjukkan foto yang menjadi kontroversi itu kepada dua orang yang paham mengenai kamera-kamera antik tanpa menyebutkan asumsi kalau foto itu menunjukkan seorang time traveler.

Kedua orang yang tidak saling mengenal itu juga mengkoleksi kamera-kamera antik. Saya meminta mereka untuk mengidentifikasi gadget tersebut.

Orang pertama memberikan jawabannya:

“Bagi saya benda itu terlihat seperti kamera Rolleiflex atau kamera lensa kembar (Twin Lense Reflex – TLR) lainnya.”

Jawaban ini juga diteguhkan oleh orang kedua yang memberikan penjelasan yang lebih lengkap:

“Itu adalah kamera TLR (Twin Lens Reflex) seperti Yashica atau Rolleiflex yang terlihat dari belakang. View findernya dibuka dan orang itu memegangnya dengan satu tangan. Di samping kirinya kita bisa melihat dua kenop yang umum pada kamera jenis tersebut.”

View finder adalah layar tempat kita melihat pemandangan yang ingin kita potret.

Ini adalah kamera Rolleiflex lensa kembar yang dimaksud.

007_Rolleiflex_Automat_6x6_1951-1954_tn

Bentuknya yang berdiri tegak sangat mirip dengan dengan gadget yang ada di foto piala dunia.

Jadi, lihat perbedaannya, ketika melihat foto itu:

Mereka yang memahami teknologi tahun 1962 akan menjawab kalau gadget itu adalah sebuah kamera lensa kembar seperti Rolleiflex.

Sedangkan mereka yang kurang memahami teknologi tahun 1962 akan menjawab kalau gadget yang dipegang adalah sebuah ponsel, yang akhirnya membuat mereka mengambil kesimpulan kalau pria yang memegangnya adalah time traveler. Kesimpulan ponsel mungkin diambil karena ketidaktahuan adanya kamera yang berdiri tegak seperti itu.

Misteri, Benarkah Jepang Suku Yahudi yang Hilang?

Benarkah Jepang suku yahudi yang hilang ya? Entahlah, Jepang, negeri yang terletak relatif jauh dari Mesir, pusat dan asal dari Kabbalah (ajaran Yahudi) memiliki keterkaitan dan bahkan diyakini masih satu hubungan darah. Bukankah orang Jepang memiliki kepercayaannya sendiri yang diberi nama Shintoisme dan orang-orang Israel juga memiliki kepercayaannya sendiri yang dinamakan Agama Yahudi dengan kitab Talmudnya?JEPANG YAHUDI

Sebuah fakta menarik akan terkuak di sini, pertanyaan besar yang akan terjawab dari dua peneliti sejarah Jepang-Yahudi yakni Pendeta Arimasa Kubo dan Joseph Eidelberg. Kedua bangsa yang sepertinya beda, Jepang dan Yahudi, ternyata memiliki banyak kesamaan dalam tradisi kunonya.

Yang pertama bernama Arimasa Kubo. Dia merupakan orang Jepang asli yang dilahirkan di kota Itami di Hyogo tahun 1955 dan lulus dari Tokyo Bible Seminary pada tahun 1982. Di usia ke -22 tahun Arimasa Kubo telah mendapat kepercayaan untuk memimpin majalah penginjilan Remnant dan melakukan pelayanan di Gereja Tokyo selama enam tahun. Saat ini, Pendeta Arimasa Kubo memimpin Remnant Publishing dan pengajar tetap di Bible and Japan Forum.

Arimasa Kubo melakukan penelitian mendalam atas tradisi asli bangsa Jepang dan Yahudi. Dia menemukan banyak kemiripan antara keduanya hingga meyakini jika leluhur bangsa Jepang sebenarnya masih berdarah Yahudi dari suku yang hilang. Hasil penelitiannya ini dituangkan dalam banyak artikel dan buku. Salah satunya buku berjudul “Israelites Came o Ancient Japan”.

Sedangkan yang kedua, Joseph Eidelberg yang merupakan peneliti berdarah Yahudi yang menulis buku “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People”.

Di bawah ini Kami paparkan sebagian kecil kemiripan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan tradisi kuno bangsa Yahudi atau Bani Israel yang berasal dari buku Pendeta Arimasa Kubo tersebut. Salah satu kesamaan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan Yahudi terdapat dalam upacara tradisional. Ada sebuah festival atau upacara di Jepang yang mengilustrasikan kisah Ishaq.

Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha”. Shinto sendiri merupakan agama tradisional asli Jepang yang menyembah Amaterasu, Dewa Matahari, sama seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah Dewa Ra, Dewa Matahari.

Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini menggambarkan kisah Ishaq seperti yang terdapat dalam Bab 22 Kitab Kejadian (Genesis), yaitu kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” ini diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”.

Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di wilayah Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu, lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau. Sebelum pisau itu diayunkan, tiba-tiba datang seorang pembawa pesan yang kemudian membebaskan anak lelaki itu dari ritual korban. Hal ini tentu saja mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim.

Ritual serupa juga terdapat dalam tradisi umat Islam yang dikenal dengan Iedul Adha, hanya dalam Islam yang akan dikorbankan oleh nabi Ibrahim adalah Ismail bukan Ishaq seperti pemahaman umat kristiani. Hanya saja, di Jepang, pada festival ini yang dikorbankan adalah 75 ekor rusa, yang satu di antaranya diyakini cacat kupingnya. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shintoisme.

Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”,“isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan“chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para kaum pagan.

Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita di sana masih bisa melihat pilar kayu yang disebut“oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar). Kini penduduk menggunakan hewan tiruan sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji, lebih kurang satu abad silam, mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung.

Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo, lebih kurang dua abad silam, menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa.

Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha.

Festival ini dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) yang juga terdapat dalam Injil kitab Kejadian 22: 2. Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi.